News
Beranda » Berita » Arus Balik Lebaran 2026 di Sumbar: Rekayasa Lalu Lintas di Kelok Sembilan hingga Imbauan Keselamatan

Arus Balik Lebaran 2026 di Sumbar: Rekayasa Lalu Lintas di Kelok Sembilan hingga Imbauan Keselamatan

Padang – Memasuki puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama jajaran kepolisian mengintensifkan pengaturan lalu lintas. Mereka memfokuskan pengawasan pada sejumlah titik rawan kepadatan, terutama di ruas penghubung antarprovinsi dan kawasan wisata yang masih dipadati pengunjung.

Berdasarkan data, peningkatan arus balik tahun ini diprediksi melampaui arus mudik karena jadwal masuk kerja dan aktivitas perkantoran berlangsung bersamaan, sehingga para pemudik kembali secara serentak.

Rekayasa Lalu Lintas di Kelok Sembilan
Satuan Lalu Lintas Polres Lima Puluh Kota menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Kelok Sembilan, jalur strategis penghubung Sumbar dengan Riau. Petugas menerapkan skema ini untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi mencapai puncaknya pada hari ini dan besok.

Ipda Yoza Prima, Kepala Unit Regident Satlantas Polres Lima Puluh Kota sekaligus Kepala Pospam Lebaran Kelok Sembilan, menjelaskan bahwa pihaknya mengalihkan arus kendaraan.

“Kendaraan dari arah Sumbar menuju Riau kami alihkan ke jalan lama Kelok Sembilan. Sementara itu, kendaraan dari Riau menuju Sumbar tetap melintasi jembatan (fly over) Kelok Sembilan,” ujarnya di Padang, Minggu (22/3).

Usai Lebaran, Ini Cara Atasi Mood Liburan

Yoza menegaskan bahwa rekayasa ini penting karena Fly Over Kelok Sembilan yang membentang sepanjang 943 meter menjadi infrastruktur vital penghubung mobilitas antarprovinsi. Pihaknya juga memperkirakan adanya persinggungan arus balik dengan kendaraan wisatawan yang mengunjungi objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota seperti Lembah Harau.

Pembatasan Truk dan Sistem Satu Arah
Selain di Kelok Sembilan, Pemerintah Provinsi Sumbar memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang. Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar menetapkan kebijakan ini berlaku hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Petugas membatasi truk dengan tiga sumbu atau lebih, kendaraan pengangkut hasil galian, serta truk bermuatan CPO. Mereka menerapkan kebijakan ini di jalur Padang–Padang Panjang–Bukittinggi hingga perbatasan Riau, serta jalur Padang–Solok–Kiliran Jao hingga perbatasan Jambi.

Sementara itu, petugas memberlakukan sistem satu arah (one way) di ruas Lembah Anai pada jam-jam tertentu. Untuk arus balik, petugas menerapkan sistem ini pada 22–24 Maret 2026 dengan ketentuan:

  • Pukul 10.00–14.00 WIB untuk kendaraan dari Padang menuju Padang Panjang
  • Pukul 14.00–18.00 WIB untuk kendaraan dari Padang Panjang menuju Padang

Kebijakan ini lahir dari evaluasi kondisi lapangan, mengingat jalur alternatif seperti Sicincin–Malalak belum dapat difungsikan akibat terdampak bencana pada akhir 2025. Akibatnya, kendaraan menumpuk di koridor utama Padang–Bukittinggi.

Seni Hidup Ikhlas: Merangkul Takdir dengan Hati yang Lapang

Lonjakan Wisatawan dan Isu Keselamatan
Di tengah padatnya arus balik, wisatawan masih memadati kawasan wisata di Sumbar. Namun, peningkatan kunjungan ini memunculkan risiko keselamatan, terutama di objek wisata perairan.

Di Pantai Air Manis, seorang remaja bernama Raka (16), warga Sijunjung, tenggelam saat bermain air bersama rekannya. Tim gabungan mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Peristiwa serupa terjadi di Danau Singkarak. Seorang bocah tenggelam dan ditemukan meninggal dunia di Jorong Tangah XX, Nagari Padang Laweh Malalo, Kabupaten Tanah Datar, pada Senin (23/3/2026).

Menghadapi kondisi ini, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di lokasi wisata. Mereka harus mewaspadai arus laut, kedalaman danau yang tidak merata, serta memastikan penggunaan pelampung.

Pesan Gubernur untuk Pemudik
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan arus balik.

Mengulas Perang Uhud: Peristiwa Penting di Bulan Syawal

“Patuhi aturan lalu lintas dan jaga kondisi fisik selama perjalanan. Jangan memaksakan diri jika tubuh lelah,” pesannya usai Shalat Idul Fitri di Halaman Kantor Gubernur.

Imbauan ini sejalan dengan ajakan kepolisian agar pemudik tetap berhati-hati, mematuhi rambu-rambu, dan mengutamakan keselamatan di jalan.

Prediksi Jumlah Pemudik
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, masyarakat Sumbar melakukan pergerakan sebanyak 1,88 juta orang selama masa angkutan Lebaran. Sementara itu, jumlah kedatangan ke Sumatera Barat mencapai 5,36 juta orang, yang didominasi oleh perantau yang pulang kampung.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mengelola arus mudik dan balik. Ia mendorong sinergi antara Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat sebagai kunci keberhasilan pengamanan arus balik.

Dengan berbagai rekayasa lalu lintas dan imbauan keselamatan yang diterapkan, arus balik Lebaran 2026 di Sumatera Barat diharapkan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pemudik.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement